Kamis, 18 Desember 2014


LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA
“Pengenalan Alat-alat Laboratorium “

unib
 












Nama                             : Riski Meliya Ningsih
NPM                              : E1J014147
Hari/Jam                        : Selasa, 21 Oktober 2014
Kelompok                      : 4 (empat)
Co-Ass                           : Sari Yulia Kartika Hasibuan
Dosen Pembimbing        :



LABORATORIUM  AGRONOMI
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2014
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada saat melakukan praktikum di laboratorium, para laboran sebelumnya sudah harus mengenal apa-apa saja alat-alat yang digunakan di dalam laoratorium ini terkain bidang kimia. Alat alat yang digunakan di dalam laboratorium untuk praktikum pada dasarnya terbagi menjadi jenis gelas dan non gelas. Peralatan gelas contohnya tabung erlenmeyer, sedangkan peralatan non gelas contohnya rak-rak tabung reaksi. Pada saat di laboratorium, para laboran mengetahui teknik-teknik dasar di laboratorium, diantaranya adalah penyaringan guna mengetahui cara memisahkan endapan yang tak laruss didalam pelarut. Mengetahui cara-cara menggunakan alat-alat laboratorium sangatlah penting sebelum seorang laboran melakukan penelitiannya guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

1.2  Tujuan
1.      Mahasiswa mengetahui nama dan fungsi alat-alat laboratorium
2.      Mahasiswa juga mengetahui jenis, sifat dan fungsi zat kimia
3.      Mahasiswa mengetahui cara penggunaan beberapa alat-alat laboratorium

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengenalan Alat-alat laboratorium
Pada saat melakukan praktikum di dalam laboratoriun, para praktikan harus terlebih dahulu mengenali jenis-jenis alat-alat laboratorium yang terdiri dari peralatan gelas, misalnya tabung reaksi, tabung erlenmeyer, dan sebagainya ada juga peralatan non gelas , misalnya penjepit tabung, statif dan lain-lain. Dalam penggunaan peralatan gelas haruslah sangat berhati-hati, karena peralatan tersebut sangat mudah pecah dan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Alat-alat laboratorium Kimia beserta fungsinya


Alat 
Fungsi
clip_image002
Erlenmeyer 
Tempat membuat larutan. Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan.
clip_image004
Labu destilasi
Untuk destilasi larutan. Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer.
clip_image006
Gelas Beaker
Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar.
clip_image008   Corong gelas
Corong dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.
clip_image010
Corong bucher
Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum.
clip_image012
buret
Digunakan untuk titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan.
clip_image014
Corong pisah
Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi.
clip_image015
Labu ukur leher panjang 
Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi. 
clip_image016
Gelas ukur
Untuk mengukur volume larutan. Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan. Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume.
clip_image018
kondensor
Untukl destilasi larutan. Lubang lubang bawah tempat air masuk, lubang ata tempat air keluar.
clip_image020
Filler (karet pengisap) 
Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur.
clip_image022
Pipet ukur
Untuk mengukur volume larutan
clip_image023
Pipet volume atau pipet gondok atau volumetrik
Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.
clip_image025
Pipet tetes
Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil.
clip_image027
Pengaduk
Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung.
clip_image029
Tabung reaksi
Untuk mereaksikan dua atau lebih zat.
clip_image031

Spatula plastik dan logam
Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan, misalnya dalam bentuk kristal. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan spatula logam.
clip_image035
Kawat nikrom
untuk uji nyala dari beberapa zat.
clip_image037
Pipa kapiler atau kaca kapiler
Untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik lebur suatu zat.
clip_image039
desikator
Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium. Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator vakum.
clip_image041
Indikator universal
Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat. Caranya: setelah kertas indikator universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal.
clip_image043
Gelas arloji
1. Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia
2. Untuk menimbang bahan-bahan kimia
3. Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator.
clip_image044
Hot hands
Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas.
clip_image047
Kertas saring
Untuk menyaring larutan.
clip_image048
Kaki tiga
Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus.
clip_image049
Kawat kasa
Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen
clip_image051
Rak tabung reaksi
Tempat tabung reaksi. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Numun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain.
clip_image053
penjepit
Untuk menjepit tabung reaksi.
clip_image056
Stirer dan batang stirer
Pengaduk magnetik. Untuk mengaduk larutan. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar.
clip_image058
mortal dan pastle
Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal.
clip_image060
Krusibel
Terbuat dari persolen dan bersifat inert, digunakan untuk memanaskan logam-logam.
clip_image063
Evaporating dish
Digunakan sebagai wadah. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap.
clip_image064
Klem dan statif
Sebagai penjepit, misalnya:
· Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi
· Menjepit buret dalam proses titrasi
· Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi
clip_image065
Ring 
Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyeringan.
clip_image066
Clay triangle
Untuk menahan wadah, misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan.
clip_image068
Kacamata pengaman
Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. Dan melindungi dari percikan api, uap logam, serbuk debu, kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan, misalnya H2SO4.
clip_image070
Pemanas spiritus
Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan.
clip_image071
Pemanas atau pembakar bunsen
Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses.
clip_image072
Hot plate
Untuk memanaskan larutan. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.
clip_image073
Oven 
Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah.
clip_image074
Tanur 
Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi, sekitar 1000 °C.
clip_image075
inkubator
Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.
clip_image077
Granat 
Untuk menghancurkan (tidak ada di LAB)
(Duduth,2013)

2.2 Teknik Dasar Laboratorium
A.  Teknik Penyaringan
Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, dimana zat padat itu tertahan. Pada industri, filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas; aliran yang lolos dari saringan mungkin saja cairan, padatan, atau keduanya. Suatu saat justru limbah padatnyalah yang harus dipisahkan dari limbah cair sebelum dibuang. Seringkali umpan dimodifikasi melalui beberapa pengolahan awal untuk meningkatkan laju filtrasi, misal dengan pemanasan, kristalisasi, atau memasang peralatan tambahan pada penyaring seperti selulosa atau tanah diatomae. Oleh karena varietas dari material yang harus disaring beragam dan kondisi proses yang berbeda, banyak jenis penyaring telah dikembangkan. (Yossi, 2012)
B.  Teknik Pengukuran Volume
Volume zat cair dapat diukur dengan menggunakan gelas ukur. Caranya adalah dengan memasukkan zat cair ke dalam gelas ukur yang kosong, kemudian baca posisi permukaan zat cair. Cara ini termasuk pengukuran secara langsung. Pembacaan volume yang tepat adalah dengan membaca skala pada posisi dasar cekungan zat cair. (rahmad, 2011)

C.  Teknik menggunakan Neraca
Neraca atau yang lebih dikenal dengan sebutan timbangan adalahalat yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda secara lebih cepat danefisien. Neraca memiliki berbagai macam jenis dan bentuk. Namun yangdigunakan dalam pengamatan kali ini adalah neraca digital, neraca jarum berskala,neraca triple beam dan neraca analitik.(anang, 2013)
D.  Teknik menggunakan buret untuk titrasi
Saat mengisi buret, tutup kran dan gunakan corong saring. Agar larutan dapat mengalir dengan lancar, angkat corong saat memasukan larutan. Isi buret hingga skala 0. baca miniskus dengan benar. Lap bagian atas buret dengan tissue agar tetesan larutan yang menempel pada bagian dalam buret tidak menetes. Sebelum digunakan, pastikan buret tidak bocor dan kran dapat berfungsi dengan baik. Pastikan pula, sudah tidak terdapat gelembung di bagian bawah buret. Keluarkan larutan dari buret hingga mencapai titik akhir. Titik akhir ditandai dengan adanya perubahan fisik. Bilas bagian bawah buret dengan bantuan botol semprot. Demikian pula dinding bagian dalam erlenmeyer.(farid, 2010)


2.3 Keselamatan Kerja Di Laboratorium
A.    Lambang bahaya chemichally
Simbol
Keterangan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWuDBpbZuNTCt8l3-tQmAwFwihpvJQYs3X-hYOhakBWRr5Jp57DcrbN5e183IIpsbCtui4DsnVcyhvlHzUqUq8BN4cxocQd1SnnHpybUuk_1ooApSNxT7if0IfoW4vgdH3Fq6vYncMHLb-/s1600/xi.png

Nama : Irritant
Lambang : Xi
Arti : Bahan yang dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal dan dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : NaOH, C6H5OH, Cl2

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO34kWCnRUrkVqcS6gQ5-zgGdrQMxFLPQUiKNaIfqGS0ALNWg_gxAO0cIzw31ZGWiY6fHIKkOO9GOOyT2R5jpZ5wOnQnaEgMayWjgEuGvf6BHB5XRUnXhl7Ic8niZYsFwYVxk74CnUpU_E/s200/toxic.png

Nama : Toxic
Lambang : T
Arti : Bahan yang bersifat beracun, dapat menyebabkan sakit serius bahkan kematian bila tertelan atau terhirup.
Tindakan : Jangan ditelan dan jangan dihirup, hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : Metanol, Benzena.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy0yTEes3pkbGmNcXGYC12IEE81PSjTy5Kaqe5fhOB1cYeDmcoZivJRntn7F_W7CEgxv611iTNlaUvZpa70_NV2qzpPJTo1q9trEu8hY-pm7D_Ikc5o8tkBfS_JmC1HlRcfMCTmTU0jXOD/s1600/t%252B.png

Nama : Very Toxic
Lambang : T+
Arti : Bahan yang bersifat sangat beracun dan lebih sangat berbahaya bagi kesehatan yang juga dapat menyebabkan sakit kronis bahkan kematian.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan tubuh dan sistem pernapasan.
Contoh : Kalium sianida, Hydrogen sulfida, Nitrobenzene dan Atripin.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpqnje35qXGw9BHh65JHjYPAjSLJz6IZErnvraMMjJcXrX1WOQDgR3JguHKHicRERvWvuMyvm_-t6xlfakAapJjSQ1N25drQhNgRdHdm0ZteYFgYOzz-0pnY2KLTFI0GYS8v5BnpcRqN_l/s1600/flame.png

Nama : Flammable
Arti : Bahan kimia yang mempunyai titik nyala rendah, mudah terbakar dengan api bunsen, permukaan metal panas atau loncatan bunga api.
Tindakan : Jauhkan dari benda-benda yang berpotensi mengeluarkan api.
Contoh : Minyak terpentin.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpLSdVa83Zp5-WoNkAluUdsjpCYH6w8n3sXIkH3Z5wcR4ky9oIFDNt4ZM5jYle2ehIKO2j8ET0StvprSi3LqksLWzz1WXws7u_pG9tCGVz2JJPOD2ZfnClHn1MANGT7i_UGUi-uI42bjcR/s1600/f%252B.png

Nama : Highly Flammable
Lambang : F
Arti : Mudah terbakar di bawah kondisi atmosferik biasa atau mempunyai titik nyala rendah (di bawah 21°C) dan mudah terbakar di bawah pengaruh kelembapan.
Tindakan : Hindari dari sumber api, api terbuka dan loncatan api, serta hindari pengaruh pada kelembaban tertentu.
Contoh : Aseton dan Logam natrium.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBAVakYoHaKMvg8cyGwWMkMXvA1n4frpRvOa8RPSYI871-nY2yz7eGONtTNamGysHP7RUjrajongKi4Uqe37prwd0YfWW-vg7YEntHJUNb3ZFixtZ7Nxq5YvZYOplcHQ7o3CfJt23U-T9Z/s1600/extreme.png

Nama : Extremely Flammable
Lambang : F+
Arti : Bahan yang amat sangat mudah terbakar. Berupa gas dan udara yang membentuk suatu campuran yang bersifat mudah meledak di bawah kondisi normal.
Tindakan : Jauhkan dari campuran udara dan sumber api.
Contoh : Dietil eter (cairan) dan Propane (gas).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnoU70mBVg5fUqtGlaQPjUrmiLdX7Dgxqm1GGXbYaCQvXkPt7Ey0ogaa929nQxETwVoUmK9MVs2SLLDK0rZsVJp54D5HO0e_LfG1r82IKjwpbYVatGM68AJTdfM-YGe4mYGRsOjqRdW7FY/s200/oxidizing.png


Nama : Oxidizing
Lambang : O
Arti : Bahan kimia bersifat pengoksidasi, dapat menyebabkan kebakaran dengan menghasilkan panas saat kontak dengan bahan organik dan bahan pereduksi.
Tindakan : Hindarkan dari panas dan reduktor

B.     Zat kimia dan bahayanya
Pengeluaran zat-zat beracun dari dalam tubuh dapat melewati urine, saluran pencemaan, sel epitel, dan keringat. Sifat toksik dari suatu zat, selain ditentukan oleh sifat alamiah suatu zat, juga ditentukan oleh jenis persenyawaan dan keadaan fisik tersebut. Bahan-bahan beracun dalam industri dapat digolongkan dalam beberapa golongan, yakni:
·         Senyawa logam dan metaloid
·         Bahan pelarut
·         Gas-gas beracun
·         Bahan karsinogenik
·         Pestisida (muklis, 2012)
Berikut adalah contoh bahan kimia beracun dan bahayanya bagi kesehatan :
http://www.smallcrab.com/images/bahan%20kimia%20beracun.png
                                                                           BAB III
METODEOLOGI

3.1  Alat dan Bahan
 Alat yang digunakan adalah Gelas piala, erlemeyer, labu ukur, petridish, gelas ukur, kaca arloji, tabung reksi, cawan penguap, mortal, krush, pipet tetes, pipet volume, pipet gondok, batang pengaduk, sudip, corong pisah, desikator, buret, corong, rak tabung reaksi, penjempit tabung reaksi, statif dan klem, sikat tabung reksi, segitiga, bola hisap, lampu spritus, bunsen, kaki tiga, botol semprot, kawat kasa, klem utilitas, oven, tanur, hot plate, timbangan analitis

3.2 Cara Kerja
Ø  Memperhatikan Koas menjelaskan
Ø  Menulis fungsi- fungsi Alat laboratorium
BAB IV
HASIL PENGAMATAN

http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/8-pipet-volum.jpg?w=300&h=225http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/05-gelas-ukur.jpg?w=236&h=300Gelas ukur     .                     Pipet Volume                           Desikator (Desiccators)
http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/10-desikator.jpg?w=490






http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/11-batang-pngaduk.jpg?w=490http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/06-buret1.jpg?w=300&h=196http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/12-gelas-arloji.jpg?w=300&h=207Buret (Burettes)             Batang Pengaduk (Strirring Rod)        Gelas Arloji
                              
                                   




Corong Pisah                             Corong                                     Krus                    
http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/15-krus-dan-penutup1.png?w=490http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/14-corong-buchner.jpeg?w=490http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/13-corong-pisah.jpg?w=300&h=225




http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/04-labu-ukur.jpg?w=490 Gelas Kimia             Labu Erlenmeyerhttp://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/01-beaker-glass.jpg?w=490http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/01-beaker-glass.jpg?w=490        Tabung Reaksi           Labu Ukur                               
http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/03-tabung-reaksi.jpg?w=490http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/02-erlenmeyer.jpg?w=490








http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/16-kondensor.jpg?w=226&h=300http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/17-cawan-porselin.jpg?w=490http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/8-pipet-volum.jpg?w=300&h=225Pipet Volume            Batang Pengaduk             Kondensor                   Cawan Porselin

http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/11-batang-pngaduk.jpg?w=490           




http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/18-botol-pereaksi.jpg?w=490http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/29-pipet-penghisap.jpg?w=490http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/21-pipet-tetes.jpg?w=300&h=225Botol Pereaksi            http://nzaoldyeck.files.wordpress.com/2012/07/19-botol-penetes.jpg?w=245&h=300Botol penetes                          Pipet Tetes               Bola hisap                                                                                                                                

                       




clip_image074clip_image073Timbangan analitis        Tanur                      Hot plate                          Oven
clip_image072





Klem dan utilitas                                   Kawat kasa          Botol semprotclip_image048            clip_image064Kaki tiga
clip_image049
clip_image048





Klem utilitas                     Penjempit tabung reaksi                                   Tabung reaksi
clip_image053



BAB V
PEMBAHASAN

NO
NAMA ALAT
FUNGSI
1
Gelas Piala
Menyimpan dan Memanaskan zat larutan kimia.
2
Erlemeyer
Tempat mereaksikan/ mencampurkan zat tempat digunakanfiltrasi.
3
Labu ukur
Tempat membuat larutan dan tempat mencencer kan larutan.
4
Petridish
Tempat membiakkan mikroba.
5
Gelas ukur
Mengukur volume larutan.
6
Kaca arloji
Wadah untuk menimbang.
7
Tabung reaksi
Tempat mereaksikan zat dalam jumlah lebih sedikit.
8
Cawan penguap
Tempat untuk mengeringkan bahan dalam oven dan dimasukkan kedalam oven.
9
Mortal dan alu
Untuk menghaluskan zat yang bersifat padat atau kristal.
10
Krush
Tempat atau wadah untuk menggabungkan suatu zat atau larutan.
11
Pipet tetes
Untuk mengambilkan zat dalam volume yang berskala kecil.
12
Pipet volume
Untuk mengambil zat atau larutan dalam jumlah tertentu dengan volume maksimal 5 ml.
13
Pipet gondok
Untuk mengukur volume dengan ketelitian lebih tinggi dari pipet volume.
14
Batang pengaduk
Untuk mengaduk suatu larutan atau campuran larutan.
15
Sudip
Untuk mengambil suatu zat dalam bentuk bubuk.
16
Corong pisah
Untuk memisahkan dua zat yang bercampur melalui massa jenis.
17
Desikator
Untuk menyimpan zat yang harus bebas dari air.
18
Buret
Tempat zat pentitrasi dengan mengukur volume pentitrasi yang keluar.
19
corong                  
Untuk memasukkan atau memindahkan suatu larutan dari tempat ketempat yang lain.Untuk proses penyaringan setelah diberikan kertas saring pada bagian atas
20
Rak Tabung Reaksi
Tempat/ wadah tabung reaksi
                                   
21
Penjepit Tabung Reaksi
Untuk menjepit atau mengangkat tabung reaksi dalam keadaan panas
22
Statif dan Klem
Tempat menjepit dan mendirikan buret dalam proses pitrasi
23
Sikat Tabung Reaksi
Untuk membersihkan bagian dalam tabung reaksi
24
Segitiga
Tempat meletakkan gelas piala dan erlenmeyer
25
Bola Hisap
Sebagai penghisap larutan pada pipet volum
26
Lampu spiritus
Untuk membakar atau memanaskan suatu zat larutan.
27
Bunsen
Sebagai pemanas dengan menggunakan gas.
28
Kaki tiga
Sebagai penyanga pembakar spritus.
29
Botol Semprot
Wadah akuades dan sebagai pemindah akuades.
30
Kawat Kasa
Untuk menahan gelas piala pada tungku.
31
Klem Utilitas
Untuk menjepit/ penjepit alat- alat yang terbuat dari gelas dengan ukuran yang lebih besar.
32
Oven
Untuk memanaskan zat dengan suhu
 0-100oc.
33
Tanur
Menentukan kadar abu suhunya 100-5000c.
34
Hot place
Pemanas.
35
Timbangan analiitis
Sebagai menimbang zat atau larutan dengan ketelitian yang lebih tinggi.


BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
    Dari pratikum yang kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa:
Ø  Alat-Alat laboratoriun terdiri  peralatan gelas dan non gelas.
Ø  Peralatan gelas terdiri dari Gelas ukur, pipet polume, pipet ukur, labu ukur,  Buret, titik Miniskus. 
Ø  Peralatan  non gelas terdiri dari rak tabung reaksi, penjapit tabung, statif beserta klem dan lain-lain.
Ø  Setiap alat-alat laboratorium memiliki kegunaan dan pungsi tersendiri.

6.2 Saran
Ø  Hendaknya dengan melaksanakan pratikmum ini mahasiswa bisa memahami tentang alat-alat laboratorium
DAFTAR PUSTAKA

Ali, Alimuddin. 2005. Mikrobiologi Dasar Jilid I : Badan enerbit Universitas Negeri Makassar. Makasar.
Duduth,2013.NamaAlatalatLaboratoriumKimia.http://dududth.blogspot.com/2013/03/nama-alat-alat-laboratorium-kimia.html. Diakses pada 3 November 2014
Hala, Yusminah, Oslan Jumadi. 2009. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar.
Lahay, Tutje. 2004. Teknik Laboratorium. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. 


1 komentar: