LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA
“Pengenalan
Alat-alat Laboratorium “
![]() |
Nama :
Riski Meliya Ningsih
NPM :
E1J014147
Hari/Jam :
Selasa, 21 Oktober 2014
Kelompok : 4 (empat)
Co-Ass :
Sari Yulia Kartika Hasibuan
Dosen Pembimbing :
LABORATORIUM AGRONOMI
PROGRAM
STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2014
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pada saat melakukan praktikum di
laboratorium, para laboran sebelumnya sudah harus mengenal apa-apa saja
alat-alat yang digunakan di dalam laoratorium ini terkain bidang kimia. Alat
alat yang digunakan di dalam laboratorium untuk praktikum pada dasarnya terbagi
menjadi jenis gelas dan non gelas. Peralatan gelas contohnya tabung erlenmeyer,
sedangkan peralatan non gelas contohnya rak-rak tabung reaksi. Pada saat di
laboratorium, para laboran mengetahui teknik-teknik dasar di laboratorium,
diantaranya adalah penyaringan guna mengetahui cara memisahkan endapan yang tak
laruss didalam pelarut. Mengetahui cara-cara menggunakan alat-alat laboratorium
sangatlah penting sebelum seorang laboran melakukan penelitiannya guna mencegah
hal-hal yang tidak diinginkan.
1.2 Tujuan
1. Mahasiswa
mengetahui nama dan fungsi alat-alat laboratorium
2. Mahasiswa
juga mengetahui jenis, sifat dan fungsi zat kimia
3. Mahasiswa
mengetahui cara penggunaan beberapa alat-alat laboratorium
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengenalan Alat-alat laboratorium
Pada saat melakukan praktikum di
dalam laboratoriun, para praktikan harus terlebih dahulu mengenali jenis-jenis
alat-alat laboratorium yang terdiri dari peralatan gelas, misalnya tabung
reaksi, tabung erlenmeyer, dan sebagainya ada juga peralatan non gelas ,
misalnya penjepit tabung, statif dan lain-lain. Dalam penggunaan peralatan
gelas haruslah sangat berhati-hati, karena peralatan tersebut sangat mudah
pecah dan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Alat-alat laboratorium Kimia
beserta fungsinya
|
Alat
|
Fungsi
|
|
Tempat
membuat larutan. Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan.
|
|
|
Untuk
destilasi larutan. Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah
lubang sebagai tempat termometer.
|
|
|
Tempat
untuk menyimpan dan membuat larutan. Beaker glass memiliki takaran namun
jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar.
|
|
|
Corong
dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan
corong yang menggunakan gelas. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah
larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses
penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.
|
|
|
Menyaring
larutan dengan dengan bantuan pompa vakum.
|
|
|
Digunakan
untuk titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut
volume suatu larutan.
|
|
|
Untuk
memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa
jenis. Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi.
|
|
|
Untuk
membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.
|
|
|
Untuk
mengukur volume larutan. Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas
ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan. Pengukuran dengan
ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume.
|
|
|
Untukl
destilasi larutan. Lubang lubang bawah tempat air masuk, lubang ata tempat
air keluar.
|
|
|
Untuk
menghisap larutan yang akan dari botol larutan. Untuk larutan selain air
sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur.
|
|
|
Untuk
mengukur volume larutan
|
|
|
Digunakan
untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang
tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.
|
|
|
Untuk
meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil.
|
|
|
Untuk
mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi
sementara berlangsung.
|
|
|
Untuk
mereaksikan dua atau lebih zat.
|
|
|
Untuk
mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan, misalnya dalam bentuk
kristal. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik
sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan
spatula logam.
|
|
|
untuk
uji nyala dari beberapa zat.
|
|
|
Untuk
mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik
lebur suatu zat.
|
|
|
Untuk
menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam
laboratorium. Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator
vakum.
|
|
|
Untuk
identifikasi keasamaan larutan/zat. Caranya: setelah kertas indikator
universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal.
|
|
|
1.
Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia
2. Untuk menimbang bahan-bahan kimia 3. Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator. |
|
|
Untuk
memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas.
|
|
|
Untuk
menyaring larutan.
|
|
|
Kaki
tiga sebagai penyangga pembakar spirtus.
|
|
|
Sebagai
alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas
spiritus atau pemanas bunsen
|
|
|
Tempat
tabung reaksi. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang
membutuhkan banyak tabung reaksi. Numun dalam mereaksikan zat yang
menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi
keamanan diri sendiri maupun orang lain.
|
|
|
Untuk
menjepit tabung reaksi.
|
|
|
Pengaduk
magnetik. Untuk mengaduk larutan. Batang-batang magnet diletakan di dalam
larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang
magnetik dari stirer akan berputar.
|
|
|
Menghaluskan
zat yang masing bersifat padat/kristal.
|
|
|
Terbuat
dari persolen dan bersifat inert, digunakan untuk memanaskan logam-logam.
|
|
|
Digunakan
sebagai wadah. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah
menguap.
|
|
|
Sebagai
penjepit, misalnya:
· Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi · Menjepit buret dalam proses titrasi · Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi |
|
|
Untuk
menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong
pada proses penyeringan.
|
|
|
Untuk
menahan wadah, misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu
penyaringan.
|
|
|
Untuk
melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. Dan melindungi dari
percikan api, uap logam, serbuk debu, kabut dan zat-zat kimia yang meletup
ketika dilakukan pemanasan, misalnya H2SO4.
|
|
|
Untuk
membakar zat atau memmanaskan larutan.
|
|
|
Untuk
memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses
suatu proses.
|
|
|
Untuk
memanaskan larutan. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.
|
|
|
Untuk
mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan
bahan yang dalam keadaan basah.
|
|
|
Digunakan
sebagai pemanas pada suhu tinggi, sekitar 1000 °C.
|
|
|
Digunakan
untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.
|
|
|
Untuk
menghancurkan (tidak ada di LAB)
|
(Duduth,2013)
2.2 Teknik Dasar Laboratorium
A. Teknik
Penyaringan
Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida
dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, dimana zat padat itu tertahan. Pada industri,
filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga
pemisahan yang kompleks. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas;
aliran yang lolos dari saringan mungkin saja cairan, padatan, atau keduanya.
Suatu saat justru limbah padatnyalah yang harus dipisahkan dari limbah cair
sebelum dibuang. Seringkali umpan dimodifikasi melalui beberapa pengolahan awal
untuk meningkatkan laju filtrasi, misal dengan pemanasan, kristalisasi, atau
memasang peralatan tambahan pada penyaring seperti selulosa atau tanah
diatomae. Oleh karena varietas dari material yang harus disaring beragam dan
kondisi proses yang berbeda, banyak jenis penyaring telah dikembangkan. (Yossi,
2012)
B.
Teknik Pengukuran Volume
Volume zat cair dapat diukur dengan menggunakan gelas ukur.
Caranya adalah dengan memasukkan zat cair ke dalam gelas ukur yang kosong,
kemudian baca posisi permukaan zat cair. Cara ini termasuk pengukuran secara
langsung. Pembacaan volume yang tepat adalah dengan membaca skala pada posisi
dasar cekungan zat cair. (rahmad, 2011)
C.
Teknik menggunakan Neraca
Neraca atau yang lebih dikenal dengan sebutan timbangan adalahalat yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda
secara lebih cepat danefisien. Neraca memiliki berbagai macam jenis dan bentuk.
Namun yangdigunakan dalam pengamatan kali ini adalah neraca digital, neraca
jarum berskala,neraca triple beam dan neraca analitik.(anang, 2013)
D. Teknik
menggunakan buret untuk titrasi
Saat mengisi buret, tutup
kran dan gunakan corong saring. Agar larutan dapat mengalir dengan lancar,
angkat corong saat memasukan larutan. Isi buret hingga skala 0. baca miniskus
dengan benar. Lap bagian atas buret dengan tissue agar tetesan larutan yang
menempel pada bagian dalam buret tidak menetes. Sebelum digunakan, pastikan
buret tidak bocor dan kran dapat berfungsi dengan baik. Pastikan pula, sudah
tidak terdapat gelembung di bagian bawah buret. Keluarkan larutan dari buret
hingga mencapai titik akhir. Titik akhir ditandai dengan adanya perubahan
fisik. Bilas bagian bawah buret dengan bantuan botol semprot. Demikian pula
dinding bagian dalam erlenmeyer.(farid, 2010)
2.3 Keselamatan Kerja Di Laboratorium
A.
Lambang bahaya chemichally
|
Simbol
|
Keterangan
|
|
|
Nama : Irritant
Lambang : Xi
Arti : Bahan yang dapat menyebabkan
iritasi, gatal-gatal dan dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan
kulit.
Contoh : NaOH, C6H5OH,
Cl2
|
|
|
Nama : Toxic
Lambang : T
Arti : Bahan yang bersifat beracun,
dapat menyebabkan sakit serius bahkan kematian bila tertelan atau terhirup.
Tindakan : Jangan ditelan dan jangan
dihirup, hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : Metanol, Benzena.
|
|
|
Nama : Very Toxic
Lambang : T+
Arti : Bahan yang bersifat sangat
beracun dan lebih sangat berbahaya bagi kesehatan yang juga dapat menyebabkan
sakit kronis bahkan kematian.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan
tubuh dan sistem pernapasan.
Contoh : Kalium sianida, Hydrogen sulfida, Nitrobenzene
dan Atripin.
|
|
Nama : Flammable
Arti : Bahan kimia yang mempunyai titik
nyala rendah, mudah terbakar dengan api bunsen, permukaan metal panas atau
loncatan bunga api.
Tindakan : Jauhkan dari benda-benda yang
berpotensi mengeluarkan api.
Contoh : Minyak terpentin.
|
|
|
Nama : Highly Flammable
Lambang : F
Arti : Mudah terbakar di bawah kondisi
atmosferik biasa atau mempunyai titik nyala rendah (di bawah 21°C) dan mudah
terbakar di bawah pengaruh kelembapan.
Tindakan : Hindari dari sumber api, api terbuka dan loncatan api,
serta hindari pengaruh pada kelembaban tertentu.
Contoh : Aseton dan Logam natrium.
|
|
|
|
Nama : Extremely Flammable
Lambang : F+
Arti : Bahan yang amat sangat mudah
terbakar. Berupa gas dan udara yang membentuk suatu campuran yang bersifat
mudah meledak di bawah kondisi normal.
Tindakan : Jauhkan dari campuran udara dan
sumber api.
Contoh : Dietil eter (cairan) dan Propane (gas).
|
|
|
Nama : Oxidizing
Lambang : O
Arti : Bahan kimia bersifat
pengoksidasi, dapat menyebabkan kebakaran dengan menghasilkan panas saat
kontak dengan bahan organik dan bahan pereduksi.
Tindakan : Hindarkan dari panas dan reduktor
|
B. Zat
kimia dan bahayanya
Pengeluaran
zat-zat beracun dari dalam tubuh dapat melewati urine, saluran pencemaan, sel
epitel, dan keringat. Sifat toksik dari suatu zat, selain ditentukan oleh sifat
alamiah suatu zat, juga ditentukan oleh jenis persenyawaan dan keadaan fisik
tersebut. Bahan-bahan beracun dalam industri dapat digolongkan dalam beberapa
golongan, yakni:
·
Senyawa logam dan metaloid
·
Bahan pelarut
·
Gas-gas beracun
·
Bahan karsinogenik
·
Pestisida (muklis, 2012)
Berikut adalah
contoh bahan kimia beracun dan bahayanya bagi kesehatan :

BAB III
METODEOLOGI
3.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah Gelas piala,
erlemeyer, labu ukur, petridish, gelas ukur, kaca arloji, tabung reksi, cawan
penguap, mortal, krush, pipet tetes, pipet volume, pipet gondok, batang
pengaduk, sudip, corong pisah, desikator, buret, corong, rak tabung reaksi, penjempit
tabung reaksi, statif dan klem, sikat tabung reksi, segitiga, bola hisap, lampu
spritus, bunsen, kaki tiga, botol semprot, kawat kasa, klem utilitas, oven, tanur,
hot plate, timbangan analitis
3.2 Cara Kerja
Ø Memperhatikan Koas menjelaskan
Ø Menulis fungsi- fungsi Alat laboratorium
BAB
IV
HASIL
PENGAMATAN
Corong Pisah Corong Krus
![]() |
Klem utilitas Penjempit tabung reaksi Tabung reaksi
BAB V
PEMBAHASAN
|
NO
|
NAMA ALAT
|
FUNGSI
|
|
1
|
Gelas Piala
|
Menyimpan dan Memanaskan zat larutan kimia.
|
|
2
|
Erlemeyer
|
Tempat mereaksikan/ mencampurkan zat tempat
digunakanfiltrasi.
|
|
3
|
Labu ukur
|
Tempat membuat larutan dan tempat mencencer
kan larutan.
|
|
4
|
Petridish
|
Tempat membiakkan mikroba.
|
|
5
|
Gelas ukur
|
Mengukur volume larutan.
|
|
6
|
Kaca arloji
|
Wadah untuk menimbang.
|
|
7
|
Tabung reaksi
|
Tempat mereaksikan zat dalam jumlah lebih
sedikit.
|
|
8
|
Cawan penguap
|
Tempat untuk mengeringkan bahan dalam oven
dan dimasukkan kedalam oven.
|
|
9
|
Mortal dan alu
|
Untuk menghaluskan zat yang bersifat padat
atau kristal.
|
|
10
|
Krush
|
Tempat atau wadah untuk menggabungkan suatu
zat atau larutan.
|
|
11
|
Pipet tetes
|
Untuk mengambilkan zat dalam volume yang
berskala kecil.
|
|
12
|
Pipet volume
|
Untuk mengambil zat atau larutan dalam
jumlah tertentu dengan volume maksimal 5 ml.
|
|
13
|
Pipet gondok
|
Untuk mengukur volume dengan ketelitian
lebih tinggi dari pipet volume.
|
|
14
|
Batang pengaduk
|
Untuk mengaduk suatu larutan atau campuran
larutan.
|
|
15
|
Sudip
|
Untuk mengambil suatu zat dalam bentuk
bubuk.
|
|
16
|
Corong pisah
|
Untuk memisahkan dua zat yang bercampur
melalui massa jenis.
|
|
17
|
Desikator
|
Untuk menyimpan zat yang harus bebas dari
air.
|
|
18
|
Buret
|
Tempat zat pentitrasi dengan mengukur
volume pentitrasi yang keluar.
|
|
19
|
corong
|
Untuk memasukkan atau memindahkan suatu
larutan dari tempat ketempat yang lain.Untuk proses penyaringan setelah
diberikan kertas saring pada bagian atas
|
|
20
|
Rak Tabung Reaksi
|
Tempat/
wadah tabung reaksi
|
|
21
|
Penjepit Tabung Reaksi
|
Untuk menjepit atau mengangkat tabung
reaksi dalam keadaan panas
|
|
22
|
Statif dan Klem
|
Tempat menjepit dan mendirikan buret dalam
proses pitrasi
|
|
23
|
Sikat Tabung Reaksi
|
Untuk membersihkan bagian dalam tabung
reaksi
|
|
24
|
Segitiga
|
Tempat meletakkan gelas piala dan
erlenmeyer
|
|
25
|
Bola Hisap
|
Sebagai penghisap larutan pada pipet volum
|
|
26
|
Lampu spiritus
|
Untuk membakar atau memanaskan suatu zat
larutan.
|
|
27
|
Bunsen
|
Sebagai pemanas dengan menggunakan gas.
|
|
28
|
Kaki tiga
|
Sebagai penyanga pembakar spritus.
|
|
29
|
Botol Semprot
|
Wadah akuades dan sebagai pemindah akuades.
|
|
30
|
Kawat Kasa
|
Untuk menahan gelas piala pada tungku.
|
|
31
|
Klem Utilitas
|
Untuk menjepit/ penjepit alat- alat yang
terbuat dari gelas dengan ukuran yang lebih besar.
|
|
32
|
Oven
|
Untuk memanaskan zat dengan suhu
0-100oc.
|
|
33
|
Tanur
|
Menentukan kadar abu suhunya 100-5000c.
|
|
34
|
Hot place
|
Pemanas.
|
|
35
|
Timbangan analiitis
|
Sebagai menimbang zat atau larutan dengan
ketelitian yang lebih tinggi.
|
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Dari pratikum yang kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa:
Ø Alat-Alat
laboratoriun terdiri peralatan gelas dan
non gelas.
Ø Peralatan
gelas terdiri dari Gelas ukur, pipet polume, pipet ukur, labu ukur, Buret, titik Miniskus.
Ø Peralatan non gelas terdiri dari rak tabung reaksi,
penjapit tabung, statif beserta klem dan lain-lain.
Ø Setiap
alat-alat laboratorium memiliki kegunaan dan pungsi tersendiri.
6.2 Saran
Ø Hendaknya
dengan melaksanakan pratikmum ini mahasiswa bisa memahami tentang alat-alat
laboratorium
DAFTAR
PUSTAKA
Ali, Alimuddin. 2005. Mikrobiologi Dasar Jilid
I : Badan enerbit Universitas Negeri Makassar. Makasar.
Anang,2013.https://www.academia.edu/5903399/LAPORAN_PRAKTIKUM_TEKNIK_LABORATURIUM.
Tanggal 3 November 2014.
Duduth,2013.NamaAlatalatLaboratoriumKimia.http://dududth.blogspot.com/2013/03/nama-alat-alat-laboratorium-kimia.html.
Diakses pada 3 November 2014
Farid,2010.http://qualitycontrol-07.blogspot.com/2010/03/teknik-menggunakan-buret.html.
Tanggal 3 November 2014.
Hala, Yusminah, Oslan Jumadi. 2009. Penuntun Praktikum
Mikrobiologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar.
Lahay, Tutje. 2004. Teknik Laboratorium.
Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar.
Muklis,2012.http://www.smallcrab.com/kesehatan/1023-bahan-kimia-beracun-dan-bahayanya-bagi-kesehatan.
Tanggal 3 November 2014.
Rahmad,2011.http://aadrahmat.blogspot.com/2011/12/mengukur-volume-bahan-cair.html.
Tanggal 3 November 2014.
Yossi,2012..http://tsffarmasiunsoed2012.wordpress.com/2012/05/24/filtrasi-dan-aplikasinya-dalam-industri/.
Tanggal 3 November 2014.




















































































terimakasih yuk
BalasHapus